Site Meter A r t Of S i r a h
SELAMAT TAHUN BARU 2010....SEMOGA MENJADI KEHIDUPAN LEBIH BAIK DAN BAROKAH

“Menakjubkan urusan seorang mu’min, jika ia mendapatkan ni’mat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya.” (HR Muslim & Tirmidzi)

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'" (Al-Baqarah: 45)

Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan (QS 94 : 5,6)

Mengenal dan Mengembangkan Etos Kerja

Posted by A Sira Latifah | 03:52 | 0 comments »

Meneladai Etos Kerja Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam dan Para Shohabat

Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketaqwaan. Rosul bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi. Beliau bekerja untuk meraih keridloan Alloh Subhanahu wata'ala.
Dalam suatu kisah disebutkan bahwa ada seseorang yang berjalan melalui tempat Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam. Orang tersebut sedang bekerja dengan sangat giat dan tangkas. Para shohabat Nabi kemudian bertanya, "Wahai Rosululloh, andaikata bekerja semacam orang itu dapat digolongkan jihad fi sabilillah, maka alangkah baiknya." Mendengar itu Rosul pun menjawab, "Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, itu juga fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk pamer dan sombong maka ia didalam jalan syetan". (HR Thabrani)
Bekerja adalah manifestasi amal sholih. Bila bekerja itu amal sholih, maka kerja adalah bagian dari ibadah. Dan bila kerja itu termasuk ibadah, maka kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kerja. Bukankah Alloh Subhanahu wata'ala menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya ?

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidak Aku jadikan fin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu
(QS. Adz-Dzariyaat: 56)

Dalam sebuah ayat diungkapkan, bahwa seorng manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Firman Alloh :
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
Dan bahwasanya seorang manusia tidak akan memperoleh sesuatu selain apa yang dia usahakan (QS. AN Najm : 39)
Kisah tersebut di atas menggambarkan bahwa bekerja adalah perbuatan mulia dan termasuk bagian dari jihad.

Bekerja bukan hanya untuk mencari makan, tetapi juga mencari makna termasuk aktualisasi diri. Rata-rata kita menghabiskan waktu 30 - 40 tahun untuk bekerja. Setelah itu pensiun, lalu manula, dan pulang ke haribaan Alloh. "Manusia itu makhluk pencari makna. Kita harus berpikir, untuk apa menghabiskan waktu 40 tahun bekerja. Itu kan waktu yang sangat lama.

Ada dua kondisi dasar atau generik yang perlu difahami terlebih dahulu, yang sifatnya bisa alternatif, bisa kumulatif, agar seseorang bisa antusias pada pekerjaan. Pertama, bahwa mencari pekerjaan tentu perlu sesuai dengan minat, bakat (kemampuan profesi) dan peluang. Seseorang harus selalu berkompromi dengan tiga keadaan tersebut. Misalnya, bisa saja ada peluang, tapi tidak sesuai minat, tetapi masih sesuai dengan bakat. Dengan kemungklnan-kernungklnan seperti itu, perlu ada kesiapan-kesiapan psikologis, bahwa seseorang harus siap dengan berbagai keadaan yang akan dialami dalam menerima sebuah "misi bekerja". Melalui sebuah kesiapan, dengan begitu, bekerja akan bisa terasa sebagai kegiatan yang menyenangkan yang pada gilirannya dapat menjadi sebuah praktek moralitas kesyukuran.

Jika kondisi dasar pertama tidak bisa dicapai, gunakan kondisi dasar berikut ini. Kedua, harus belajar mencintai pekerjaan. Seringkali seseorang belum bisa mencintai pekerjaan karena belum mendalaminya dengan benar. "Kita harus belajar mencintai yang kita punyai dengan segala kekurangannya

Dalam bekerja, hanya menyediakan dua pilihan: menyenangi/mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari. Jika tidak bisa mencintai pekerjaan, maka kita hanya akan memperoleh "5-ng": ngeluh, ngedumel, ngegosip, ngomel, dan ngeyel. Jansen Sinamo mengutip filsuf Jerman, Johann Wolfgang von Goethe, "It's not doing the thing we like, but liking the thing we have to do, that makes life happy." (Jangan mengerjakan sesuatu yang hanya kita senangi, tetapi senangilah sesuatu yang harus kita kerjakan, itu akan membuat hidup bahagia.)

Pengertiannya, dalam hidup, kadang kita memang harus melakukan banyak hal yang tidak kita sukai. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Tidak mungkin kita mau enaknya saja. Kalau suka makan ikan, kita harus mau ketemu duri," ujar pria yang kerap disebut sebagai Guru Etos ini.

Dalam dunia kerja, duri bisa tampil dalam berbagai macam bentuk. Gaji yang kecil, teman kerja yang tidak menyenangkan, atasan yang kurang empatik, dan masih banyak lagi. Namun, justru dari sini kita akan ditempa untuk menjadi lebih berdaya tahan.

Dalam urusan etos kerja, bangsa lndonesia sejak dulu dikenal memiliki etos kerja yang kurang baik. Di zaman kolonial, orang-orang Belanda sampai menyebut kita dengan sebutan yang mengejek, inlander (cemoohan dengan konotasi pemalas). Ini berbeda dengan, misalnya, etos Samurai yang dimiliki bangsa Jepang. Mereka terkenal sebagai bangsa pekerja keras dan ulet.

Namun, Jansen menegaskan, pekerja keras sama sekali berbeda dengan workaholic (pecandu kerja). Pekerja keras bisa membatasi diri, dan tahu kapan saatnya menyediakan waktu untuk urusan di luar kerja. Sementara seorang workaholic tidak. Dalam pandangan .Jansen, kondisi kerja yang menyenangkan adalah kerja bareng semua pihak. Bukan hanya bawahan, tapi juga atasan.

Sering seorang atasan mengharapkan bawahannya bekerja keras, sementara ia sendiri secara tidak sengaja melakukan sesuatu yang melunturkan semangat kerja bawahan. Jansen memberi contoh, atasan yang mengritik melulu jika bawahan berbuat keliru, tapi tak pernah memujinya jika ia menunjukkan prestasi.

Secara manusiawi hal itu akan menyebabkan bawahan kehilangan semangat bekerja. Buat apa bekerja keras, toh hasil kerjanya tak akan dihargai. Ingat, pada dasarnya manusia menyukai reward (penghargaan).

Konosuke Matsushita, pendiri perusahaan Matsushita Electric Industrial (MET) punya teladan yang bagus. Pada zaman resesi dunia tahun 1929-an, pertumbuhan ekonomi Jepang anfiok tajam. Banyak perusahaan mem-PHlk karyawan. MET pun terpaksa memangkas produksi hingga separuhnya. Namun, Matsushita menjamin tak ada satu karyawan pun yang bakal terkena PHK.

Sebagai gantinya, ia mengajak semua karyawan bekerja keras. karyawan-karyawan bagian produksi dilatih untuk menjual. Hasilnya benar-benar "ruarrr" biasa. Mereka bisa berubah menjadi tenaga marketing andal, yang membuat Matsushita menjadi salah satu perusahaan terkuat di Jepang.

Bagaimana denganAnda?
  1. Keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok orang atau sebuah institusi

  2. Etos merupakan perilaku khas suatu komunitas atau organisasi, mencakup motivasi yang menggerakkan, karakteristik utama, spirit dasar, pikiran dasar, kode etik, kode moral, kode perilaku,sikap-sikap, aspirasi-aspirasi, keyakinan-keyakinan, prinsip-prinsip, standar¬standar

  3. Sehimpunan perilaku positif yang lahir sebagai buah' keyakinan fundamental dan komitmen total pada sehlmpunan paradigma kerja yang integral (terpadu)

RINCIAN ETOS KERJA

Roh keberhasilan dari kerja merupakan hasil akhir dari kombinasi yang saling menguatkan antara Kompetensi, Karakter dan Kinerja yang dilandasi oleh nilai-nilai Komitmen, Doktrin dan Keyakinan. Bila semua syrat tersebut dipenuhi akan memancarkan 8 etos kerja. Jansen Sinamo yang sering disebut sebagai Guru Etos mengatakan bahwa, kedelapan etos kerja yang digagas itu bersumber pada kecerdasan emosional-spiritual. Semua konsep etos itu bisa diterapkan di semua pekerjaan (asalkan pekerjaan tersebut halal). Umumnya, pendapat orang mengatakan bahwa bekerja itu "kan hanya untuk nyari gaji“ Pendapat itu ada benarnya tapi tidak sepenuhnya benar. Pekerjaan itu memiliki banyak sisi, mari kita simak dan kupas sekaligus memeriksa diri kita masing-masing :
  1. Etos pertama: Kerja adalah rahmat
    Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Alloh, karena tidak semua orang mendapat pekerjaan (masih jutaan orang yang tidak kerja). Bekerja merupakan sebuah, "lantaran" bagi seseorang untuk mempunyai saluran rezeki. Karena itu bekerja sebenarnya juga merupakan anugerah yang kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara sehat tanpa biaya sepeser pun. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita, bisa bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gafi atau untuk yang berniaga, menerima keuntungan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan, punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, .dan masih banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut dlsyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespons semua nikmat itu dengan bekerja ogah-ogahan.
    Perhatikan sabda Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam berikut ini:
    Orang iman yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Alloh daripada orang iman yang lemah, dan di dalarn sesuatu ada kebaikan, pilihlah atas apa-apa yang bermanfaat bagimu, dan minta tolonglah pada Alloh dan jangan malas.

  2. Etos kedua: Kerja adalah amanah
    Apa pun pekerjaan kita, pramuniaga, pegawai negeri, pengusaha atau anggota DPR, semuanya adalah amanah. Pramuniaga mendapatkan amanah dari pemilik toko. Pegawai negeri menerima amanah dari negara. Anggota DPR menerima amanah dari rakyat. . Pengusaha membawa amanah dari apa-apa yang diusahakan. Etos ini: membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya penipuan, pemalsuan timbangan, korupsi dalam berbagai bentuknya.

  3. Etos ketiga: Kerja adalah panggilan
    Apapun profesi kita, perawat, guru; penulis, pengusaha, petani, semuanya adalah dharma: (pengabdian). Seperti seorang perawat memanggul dharma untuk membantu orang sakit. Seorang guru memikul dharma untukmenyebarkan ilmu kepada para muridnya. Seorang penulis menyandang dharma untuk menyebarkan informasi tentang kebenaran. kepada masyarakat. Seorang petani memikul dharma untuk menyediakan pangan bagi manusia. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan hati, kita bisa berucap pada diri sendiri, "I'm doing my best!" (saya melakukan upaya terbaik). Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.

  4. Etos keempat: Kerja adalah aktualisasi
    Apa pun pekerjaan kita, baik dokter, akuntan, ahli hukum, karyawan pabrik maupun petani, semuanya merupakan peluang untuk wahana aktualisasi diri. Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa "ada" (exist). Bagaimanapun, sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa bekerja.
    Secara alami, aktualisasi diri itu bagian dari kebutuhan psikososial manusia, Dengan bekerja, misalnya, seseorang bisa berjabat tangan dengan rasa pede ketika berjumpa koleganya. "Perkenalkan, nama saya Miftah, dari perusahan Kemilau." Keren 'kan?

  5. Etos kelima: Kerja itu ibadah
    Semua pekerjaan yang halal merupakan bagian dari ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Jansen mengutip sebuah kisah zaman Yunani kuno seperti ini:
    Seorang pemahat tiang menghablskan waktu berbulan-bulan untuk mengukir sebuah puncak tiang yang tinggi. Saking tingginya, ukiran itu tak dapat dilihat langsung oleh orang yang berdiri di samping tiang. Orang-orang pun bertanya, buat apa bersusah payah membuat ukiran indah di tempat yang tak terlihat? la menjawab, "Manusia memang tak bisa menikmatmnya. Tapi Tuhan bisa melihatnya." Motivasi kerjanya telah meningkat menjadi motivasi transendental (motivasi ibadah kepada Alloh).

  6. Etos keenam: Kerja adalah seni
    Apa pun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, semua adalah bagian dari seni. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Jansen mencontohkan Edward V. Appleton, seorang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling begengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. "Antusiasme lah yang membuat saya mampu bekerja berbulan-bulan di laboratorium yang sepi," katanya. Jadi, sekali lagi semua kerja adalah seni. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus-rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifat beautiful.

  7. Etos ketujuh: Kerja adalah kehormatan
    Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu .adatah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita.
    Contoh etos kerja Ibnu Sina, ilmuwan lslam yang lahir Tahun 370 hijriyah. Ibnu Sina merupakan seorang ahli falsafah yang terkenal dan telah menulis banyak buku termasuk buku obat-obatan yang menjadi dasar dan acuan ilmu kedokteran zaman sekarang. Sekalipun sempat dipenjara, beliau terus menyusun ilmu falsafah dan sains dalam lslam dan telah memberikan sumbangan yang sangat besar dalam perkembangan lslam.
    Contoh etos kerja Galileo. Ilmuwan Itali ini memberikan sumbangan besar terhadap perkembangan metode ilmiah. Galileo lahir di Pisa tahun 1564, selagi muda belajar di Universitas Pisa tetapi berhenti karena urusan keuangan. Meski begitu tahun 1589 dia akhirnya menjadi pengajar di universitas itu. Pada tahun 1616 dia diperintahkan menahan diri dari menyebarkan hipotesa mengenai matahari centris. Galileo merasa tergencet dengan pembatasan ini selama bertahun-tahun. Baru sesudah tahun 1623, walau samar¬-samar larangan buat Galileo tidak lagi dipaksakan. Dia tidak dijebloskan ke dalam bui tetapi sekedar kena tahanan rumah, dia tidak boleh terima tamu, dan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari. ilrnuwan berumur 69 tahun ini melaksanakannya di depan pengadilan terbuka. Ada ceritera masyhur bahwa sehabis Galileo menarik lagi pendapatnya dia menunduk ke bumi dan berbisik pelan, "Tengok, dia masih terus bergerak!"

  8. Etos kedelapan: Kerja adalah pelayanan
    Apa pun pekerjaan kita, pedagang, polisi, bahkan penjaga mercu suar, pegawai negeri, polisi, tentara, semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian atau pelayanan kepada sesama.
    Pada pertengahan abad ke-20 di Prancis, hidup seorang lelaki tua sebatang kara karena ditinggal mati oleh istri dan anaknya. Bagi kebanyakan orang, kehidupan seperti yang ia alami mungkin hanya berarti menunggu kematian. Namun bagi dla., tidak. Ia pergi ke 'lembah Cavennen, sebuah daerah yang sepi. Sambil menggembalakan domba, ia memunguti biji oak, lalu menanamnya di sepanjang lembah itu. Tak ada yang membayarnya. Tak ada yang memufinya. Ketika meninggal dalam usia 89 tahun, ia telah meninggalkan sebuah warisan luar biasa, hutan sepanjang 11 kml Sungai-sungai mengalir lagi. Tanah yang semula tandus menjadi subur. Semua itu dinikmati oleh orang yang sama sekali tidak ia kenal.
Beberapa sifat-sifat yang mencerminkan etos kerja yang baik:
  • Aktif, ceria, dinamis, disiplin, energik, ikhlas, jeli, jujur, kreatif, lapang dada, rafin, ramah, sabar, semangat, tekun, teliti, total, ulet.

  • Efektif, efisien, fokus, gesit, interaktif, kerja keras, kerja tim, konsisten, membagi, menghargai, menghibur, optimis, peka, ta.nggung jawab, tepat waktu, teratur, terkendali, toleran
Sifat- sifat yang mencerminkan etos kerja yang rendah:
  • Suka mengeluh, banyak menuntut, egois, bekerja seenaknya, malas, disiplin buruk, kurang inisiatif, kurang kreatif, arogan, sok tahu

  • Kepedulian kurang, gemar mencari kambing hitam, kerja serba tanggung, suka menunda¬nunda, manipulatif, gairah kerja kurang, fiwa melayani rendah, merasa diri sudah hebat

  • Stamina kerja rendah, pengabdian minim, sense of belonging tipis, terjebak rutinitas, menolak perubahan, mutu pekerjaan rendah, bekerja asal-asalan, cepat merasa puas.
Di lndonesia semangat kerja serupa bisa kita jumpai pada Mak Eroh (peraih penghargaan Kalpataru Tahun 1988) yang memanfaatkan air dengan cara membelah bukit untuk mengalirkan air ke sawah-sawah di desanya di Tasikmalaya. "Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan dilengkapi keinginan untuk berbuat baik" atau disebut dengan istilah rohmatan lil alamin (rahmat bagi sesama).
Mari kita menjadi manusia unggul melalui praktek etos kerja, menjadi manusia yang memancarkan rohmatan lil alamin
Semoga manfaat dan barokah!


sumber : makalah CAI permata XXX 2009


hosting dan domain


Read More

PHP (Hypertext Preprocessor) dikenal sebagai sebuah bahasa scripting yang menyatu dengan tag-tag HTML, seperti halnya JavaScript atau VBScript, dan digunakan untuk membuat halaman web yang interaktif dan dinamis.

Perbedaan antara PHP dengan JavaScript dan VBScript terletak pada tempat dimana script tersebut dieksekusi.
PHP merupakan server-side scripting language yang akan dieksekusi di dalam web server ketika scriptnya dipanggil.
Sedangkan JavaScript dan VBScript merupakan client-side scripting language yang dieksekusi di sisi client.

Secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut : pada client-side scripting, ketika client meminta sebuah dokumen yang mengandung script, JavaScript atau VBScript , maka script tersebut akan didownload dan dieksekusi di dalam browser yang bersangkutan. Sedangkan pada server-side scripting , dokumen yang diminta tetap berada di server, dijalankan di server dan hasilnya yang berupa html biasa dikirimkan ke browser untuk ditampilkan.

Jadi dari segi keamanan, jelas lebih aman dengan server-side scripting , sebab client tidak akan dapat melihat script atau source code asli yang ada di server, sebab yang ditampilkan di browser adalah hasil eksekusi script tersebut.

Versi pertama PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995, yang merupakan sekumpulan script PERL yang digunakan oleh Rasmus Lerdorf untuk membuat halaman web yang dinamis pada homepage pribadinya. Rasmus menulis ulang script-script PERL tersebut menggunakan bahasa C, kemudian menambahkan fasilitas untuk Form HTML, koneksi MySQL , dan meluncurlah PHP versi kedua pada tahun 1996 yang diberi nama PHP/F1.
PHP versi ketiga (1997) pembuatannya tidak lagi oleh Rasmus sendiri, tetapi juga melibatkan beberapa programmer lain. Dan kemudian PHP makin berkembang pesat sampai saat ini.

Sintaks-sintaks yang digunakan dalam PHP kebanyakan diambil dari bahasa-bahasa pemrograman yang populer seperti, bahasa C, Perl dan Java dengan penambahan beberapa kelebihan dan keunikan yang dimiliki oleh PHP.

Pemgrograman yang berjalan pada server ada banyak sekali, dan setiap program mempunyai kelebihan dan kekurangan. Beberapa keunggulan yang dimiliki program PHP , antara lain :
  • Tingkat akses yang lebih cepat
  • Tingkat keamanan yang tinggi
  • Life Cycle yang singkat, sehingga PHP selalu up to date mengikuti perkembangan tehnologi internet
  • Cross platform, PHP dapat dipakai hampir di semua web server yang ada (Apache, Microsoft IIS , PWS, AOLserver, phttpd, fhttpd, dan Xitami) yang berjalan pada berbagai sistem operasi, tidak hanya Linux sebagai platform sistem operasi utama bagi PHP, tetapi juga bisa berjalan di FreeBSD, Unix, Solaris, Windows, dll
  • PHP mendukung akses ke beberapa database yang ada, baik free atau komersial, seperti : MySQL, Oracle, PosgreSQL, mSQL, Informic, dan MicrosoftSQL server
hosting dan domain


Read More

Diffraction

Posted by A Sira Latifah | 06:26 | | 0 comments »


Physical scientists in the early 19 th century was surprised by the behavior of light that turned around the corner.

When light from a source point on the edge that produces a shadow, the shadow edge is never perfectly sharp. At the edge we found a pattern of light and dark alternately. The reason for these events is due difaksi incident, which happened interference effects resulting from the many waves of light.

Diffraction of light deflection is the event because of obstructions, such as lattice gap. Diffraction can also be described as "bending of light around an obstacle"

Fresnel diffraction
If a light and screen seumber relatively close to the grating diffraction pattern.

Fraunhofer diffraction
If the source, the lattice and the screen far enough away, so all the lines from the source to the lattice can be considered parallel.

When a light with certain wavelengths in the pass on a crack, then it will have the light diffraction and interference.

In a diffraction grating, each beam diffraction caused cracks or face a new wave, then the file is mutually interfere with each other to produce the pattern of dark and light end

Note: the interference occurs only if there are two or more waves.



hosting dan domain


Read More

The First or The Second

Posted by A Sira Latifah | 06:02 | | 0 comments »

Would that be derived people who have lost GOD from within him? And what should be sought by people who have found GOD in him? Between the first and second, will never be the same. The second person will get everything, and the first person to lose everything

Read More

Dehidrasi

Posted by A Sira Latifah | 04:55 | | 0 comments »

Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.

Dehidarasi terjadi karena
* kekurangan zat natrium;
* kekurangan air;
* kekurangan natrium dan air.

Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu

Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan),
gejala :
* Muka memerah
* Rasa sangat haus
* Kulit kering dan pecah-pecah
* Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya
* Pusing dan lemah
* Kram otot terutama pada kaki dan tangan
* Kelenjar air mata berkurang kelembabannya
* Sering mengantuk
* Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang

Dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan)
gejala :
* Tekanan darah menurun
* Pingsan
* Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
* Kejang
* Perut kembung
* Gagal jantung
* Ubun-ubun cekung
* Denyut nadi cepat dan lemah

Dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).
gejala :
* Kesadaran berkurang
* Tidak buang air kecil
* Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab
* Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
* Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur
* Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan

Periksalah lendir yang terdapat di dalam mulut Anda dengan cara membuka mulut Anda selebar mungkin. Bercerminlah. Idealnya lendir pada membran terlihat basah, mengkilat dan tanpa warna. Apabila lendir terlihat kering dan berwarna buram maka waspadalah akan gejala dehidrasi

Cobalah cubit kulit tangan Anda, apabila permukaan kulit kembali seperti semula berarti kulit Anda masih memiliki elastisitas yang cukup. Namun berhati-hatilah jika kulit Anda tidak kembali dalam keadaan semula. Karena seseorang yang menderita dehidrasi pasti akan kekurangan elastisitas pada kulit tubuhnya.

Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia.

Pencegahan :

harus banyak minum minimal 8 gelas (± 2 liter ) air setiap hari

Cara mengatasi dehidrasi :

Jaga kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh
Walau air penting untuk mencegah dehidrasi, tapi air tidak mengandung elektrolit. Jadi, air putih saja tidak cukup untuk mengatasi dehidrasi. Untuk menambah kadar elektrolit, makan kaldu sup yang kaya akan sodium, minum jus buah serta makan buah-buahan dan sayur-sayuran yang mengandung banyak air dan potassium. Selain itu juga ditambah energy drink.

Kalau sudah merasa haus, pusing, dan lemas, segera hindari tempat yang panas dan berteduhlah.

Sebelum melakukan aktivitas outdoor, minumlah banyak air terlebih dahulu dan jangan sampai menunggu haus.


sumber : wikipedia dan lain-lain


hosting dan domain


Read More

Ben - Michael Jackson

Posted by A Sira Latifah | 13:25 | | 0 comments »

Ben the two of us need look no more
We both found what we were looking for

With a friend to call my own
I'll never be alone
And you my friend will see

You've got a friend in me.


Ben the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I'll never be alone
And you my friend will see
You've got a friend in me.

Ben you're always running here and there
You feel you're not wanted anywhere
If you ever look behind
And don't like what you find
There's something you should know
You've got a place to go

I used to say
I and me
Now it's us
Now it's we
(Repeat)

Ben most people would turn you away
I don't listen to a word they say
They don't see you as I do
I wish they would try to
I'm sure they'd think again
If they had a friend like Ben

A friend
Like Ben
(Repeat)


hosting dan domain


Read More

Ayo Nonton Tipi

TVONE

METROTV

R C T I

ANTV

SCTV


Powered by www.jakartacityview.com
GLOBALTV

TRANSTV